Dogiyai, Mei 2026 – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Dogiyai memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pelatihan Pembinaan dan Pengembangan Koperasi Tahun 2026 yang diselenggarakan di Aula Gereja KINGMI Digikotu, Klasis Kamuu, Senin (4/5/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas UKM dan Koperasi Kabupaten Dogiyai ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat kampung melalui peningkatan kapasitas pengelolaan koperasi. Ratusan peserta yang terdiri dari petani, peternak, pengrajin noken, serta pengurus koperasi dari wilayah Lembah Kamuu dan Mapia turut ambil bagian dalam pelatihan tersebut.
DPMK Dogiyai menilai bahwa koperasi memiliki peran penting sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat berbasis kampung. Melalui koperasi, potensi lokal seperti hasil pertanian, peternakan, dan kerajinan dapat dikelola secara kolektif sehingga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan berbagai materi penting mulai dari pemahaman prinsip koperasi, penyusunan AD/ART, tata kelola organisasi, hingga keterampilan praktis seperti pembukuan sederhana dan strategi pemasaran produk. Hal ini dinilai sejalan dengan upaya DPMK dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di tingkat kampung.
Kehadiran narasumber nasional, Titus Pekei, S.H., M.Si., turut memberikan perspektif luas mengenai pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Sementara itu, jalannya pelatihan dipandu oleh Kepala Bidang UMKM, Karel Douw, S.Pi., yang memastikan proses pembelajaran berjalan interaktif dan aplikatif.
DPMK Dogiyai juga menyoroti pentingnya pembentukan koperasi baru yang berbasis potensi unggulan kampung, seperti koperasi kopi, koperasi peternakan, dan koperasi pengrajin noken. Langkah ini dinilai mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Selain itu, pemerintah daerah melalui berbagai perangkat daerah, termasuk DPMK, terus berkomitmen dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat, khususnya dalam aspek kelembagaan dan pemberdayaan ekonomi kampung. Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan koperasi dapat berkembang secara sehat, mandiri, dan profesional.
Perwakilan Pemerintah Kabupaten Dogiyai dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan koperasi merupakan bagian dari strategi pembangunan ekonomi kerakyatan yang berfokus pada pemanfaatan potensi lokal. Pemanfaatan Dana Otonomi Khusus juga diharapkan mampu mendorong transformasi masyarakat menjadi lebih produktif dan mandiri.
DPMK Dogiyai berharap melalui kegiatan ini, masyarakat kampung dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk membangun koperasi yang kuat dan berkelanjutan. Dengan demikian, koperasi tidak hanya menjadi wadah ekonomi, tetapi juga menjadi pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Dogiyai.



